Senin, Juli 18, 2016

Rabu, Mei 11, 2016

Yakinlah...

Yakinlah ada sesuatu
yang menantimu
selepas banyak kesabaran yang kau jalani
yang akan membuatmu terpana
hingga kau lupa pedihnya rasa sakit..

Jumat, April 15, 2016

kesulitan & kesabaran

Bukankah engkau mengetahui
bahwa kesulitan itu
diikuti kemudahan..

Sebagaimana kesabaran
selalu disertai oleh solusi..





Rabu, 22 Juni 2011
13.33

Awal mula..

Untuk menghalangi bulir - bulir kesedihan..
Bercak - bercak kegalauan..
Dan, bayangan - bayangan ketakutan
yang selalu menghantui..

Untuk membatuku mengikis
kawat - kawat keraguan...



Rabu, 22 Juni 2011
13.30 



Kisah Cinta seorang anak..

(ditulis oleh Cristine Wili) 
 
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini
memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun
melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan
membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.
     
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia Pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadari
betapa jahatnya perbuatan saya dulu. tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…

Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama…
Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau. “Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?” Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.
Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…” Saya pun membaca tulisan di kertas itu…

“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan… katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!” Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan
di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari
belakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”





Kamis, 26 Januari 2012
14.08





Mencintai-Mu...

Perkenankanlah 
Aku mencintai-Mu semampuku..


Tuhan,
Aku masih ingat 
Saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu
Lembar demi lembar kitab kupelajari 
Untai demi untai kata para Ustad ku resapi
Tentang cinta para Nabi
Tentang kasih para Sahabat
Tentang mahabah para Sufi
Tentang kerinduan para Syuhada
Lalu kutanam dijiwa dalam - dalam
Kutumbuhkan dalam mimpi - mimpi dan
Idealisme yang mengawang di awan

Tapi Rabbi,
Berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan, 
dan kemudian tahun berlalu
Aku berusaha mencintai-Mu dengan 
cinta yang paling utama
Namun,
Aku masih juga tak menemukan 
cinta tertinggi untuk-Mu
Aku makin merasakan gelisahku membadai
Dalam cinta yang mengawang
Sedang kakiku mengambang
Tiada menjejak bumi
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan..

Wahai Illahi,
Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, 
pekan, bulan dan tahun berlalu
Aku mencoba merangkak
Menggapai permukaan bumi
dan menegakkan jiwaku kembali
Menatap, memohon dan menghiba-Mu..

Allahu Rahim, Illahi Rabbi,
Perkenankanlah
Aku mencintai-mu semampuku..

Allahu Rahim, Illahi Rabbi,
Perkenankanlah
Aku mencintai-Mu sebisaku..

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu 
dengan kesabaran menanggung derita
umpama Nabi Ayyub, Nabi Musa, 
Nabi Isa hingga Al - Musthafa
Karena itu izinkan aku mencintai-Mu 
Melalui keluh kesah pengaduanku pada-Mu
Atas derita batin dan jasadku
Atas sakit dan ketakutanku..

Rabbi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu seperti Abu Bakar
Yang menyedekahkan seluruh hartanya
dan hanya meninggalkan diri-Mu & Rasul-Mu
bagi pribadi dan keluarga
Atau layaknya Umar 
Yang menyerahkan separuh harta demi jihad 

Maka perkenankanlah
Aku mencintai-Mu semampuku..
Melalui seratus dua ratus perak 
Yang terulur pada tangan - tangan kecil di perempatan jalan
Pada wanita - wanita tua yang menadahkan tangan 
dipojok - pojok jembatan
Pada makanan - makanan sederhana 
yang terkirim ke handai tolan..

Illahi,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
Dengan khusyuknya Shalat salah seorang sahabat Rasul-Mu
hingga tak hirau dia pada anak panah musuh 
yang menghujam dikakinya

Karena itu ya Allah,
Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku
Dalam Shalat yang kucoba dirikan terbata - bata
meski ingatan kadang melayang 
ke berbagai permasalahan dunia..

Rabbi,
Aku tak sanggup beribadah ala para Sufi & Rahib
Yang membaktikan seluruh malamnya 
untuk bercinta dengan-Mu

Maka izinkanlah aku untuk mencintai-Mu
Dalam satu dua rakaat lail ku..
Dalam satu dua sunnah Nafilah-Mu
Dalam desah nafas kepasrahan tidurku

Yaa Maha Rahman,
Aku tak sanggup mencintai-Mu 
Bagai para Al - Hafidz dan Hafidzah
Yang menuntaskan kalam-Mu dalam satu putaran malam 

Maka perkenankanlah 
Aku mencintai-Mu semampuku
Melalui selembar dua lembar tilawah harianku 
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku 

Yaa Rahim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu semisal Sumayyah 
Yang mempersembahkan jiwanya demi tegaknya din-Mu..
Seandai para Syuhada 
Yang menjual dirinya dalam jihad bagi-Mu

Maka
Perkenankanlah 
Aku mencintai-Mu semampuku 
Dengan mempersembahkan sedikit bakti 
dan perngorbanan untuk dakwah-Mu

Maka,
Izinkanlah aku mencintai-Mu semampuku
Dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru 


Allahu Rahim,
Aku tak sanggup mencintai-Mu diatas segalanya
Bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra & Zaujahnya 
dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya 

Maka izinkanlah 
Aku mencintai-Mu di dalam segala

Perkenankanlah aku mencintai-Mu 
Dengan mencintai keluargaku
Dengan mencintai sahabat - sahabatku
Dengan mencintai manusia & alam semesta 

Allahu Rahmaanurrahim, Illahi Rabbi
Perkenankanlah aku mencintai-Mu semampuku 
Agar cinta itu mengalun dijiwaku 
Agar cinta ini 
Mengalir disepanjang nadiku

Perkenankanlah
Aku mencintai-Mu semampuku..



Tertatih 28 tahun meniti cinta-Mu...
 
 
 
 
 
Sabtu, 02 Juli 2011
10.10

 
 
 
 
 

Apabila..

Sahabat terkasih,
Apabila engkau sedang bergembira
mengacalah dalam - dalam ke lubuk hati..
disana nanti engkau dapati
bahwa
hanya yang membuat derita
berkemampuan
memberimu bahagia..

Apabila engkau berduka cita
mengacalah lagi ke lubuk hati..
disana pula engkau akan menemui
bahwa
sesungguhnyalah
engkau menangisi
sesuatu yang pernah engkau syukuri..




Rabu, 22 Juni 2011
13.49





Tangis & Airmata...

Saat hatiku gundah & resah
Engkau menemaniku tanpa banyak kata
Engkau hadir disana
Memupus gundah & resahku..

Saat aku bersedih & bersendu hati
Engkau menemuiku tanpa enggan
Engkau hadir disampingku
Mengurangi sedih & senduku..

Saat aku merasakan pedih & 
Perih merobek - robek jantungku
Engkau menemuiku tanpa kupinta
Engkau hadir disisiku
Menghapus pedih & perihku..

Saat aku sakit & terluka 
Engkau menungguiku dengan tenang
Engaku hadir direlung dadaku
Mengobai sakit & lukaku..

Saat aku marah & kecewa
Engkau mendatangiku tanpa pesan
Engkau hadir disudut jiwaku
Tuntaskan marah & kecewaku..

Saat aku merasakan terenyuh & kasihan
Engkau bersamaku dalam diam
Engkau hadir dikedalaman nuraniku
Menampung terenyuh & kasihku..

Saat aku takut & berbuat salah
Engkau menujuku cepat - cepat
Engkau hadir di ruang hatiku
Menjaga dari penyesalan berkepanjangan..

Menjagaku untuk tidak tenggelam 
dalam ketakutan..

Bahkan saat aku terharu & bahagia 
Engkau pun tetap bersamaku
Engkau ada disini
Mewujudkan buncah bahagia & haruku
Diam - diam engkau merembes di sudut mataku 
Resapkan resah & gundahku
Pelan - pelan engkau menetes dari kelopakku
Tiriskan sedih, sendu, perih & pedihku..

Engkau meleleh dipipiku
Hanyutkan sakit & lukaku
Engkau membasahi wajahku
Larutkan marah & kecewaku
Engkau mengalir ke daguku
Luruhkan terenyuh & kasihanku..


Tangisku..
Airmataku..






Sabtu, 09 Juli 2011
09.59
 
 
 
 
 
 
 
 

Mendekati Sempurna pun tidak perlu...

aku mencitaimu
karena kamu adalah kamu
kamu tidak perlu menjadi orang lain
untuk menerima cintaku..
kamu boleh merasa
tertekan..
tidak aman..
atau
melakukan kesalahan..
itu tidak jadi masalah
aku akan tetap mencintaimu 
kamu tidak harus menjadi sempurna 
mendekati sempurna pun tidak perlu..


aku dan cintaku..







Sabtu, 9 Juli 2011
10.04
 

Wahai Fatimah

Jika wanita mengandung anak diperutnya
maka para malaikat akan memohonkan ampunan baginya
dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan
menghapus seribu kejelekannya..

Ketika wanita itu merasa sakit ketika melahirkan
maka Allah menetapkan baginya pahala para pejuang di jalan Allah SWT

Jika ia melahirkan bayinya, maka keluarlah dosa -dosanya seperti ketika
ia dilahirkan oleh ibunya dan tidak akan keluar dari dunia dengan membawa suatu dosa apapun
dikuburnya akan ditempatkan di taman - taman surga

Allah memberinya pahala seribu ibadah haji & umrah dan seribu malaikan memohonkan
ampunan baginya hingga hari kiamat...




**Yaa Allah, bilakah Engkau perkenankan aku menjadi seorang ibu...




Jum'at, 20 Januari 2012
18.58 





Surat Untuk Ayah..

ayah…
mungkin kau bukanlah ayah yang terbaik didunia ini
mungkin engkau bukan ayah yang tau cara mengajar anakmu dengan sempurna seperti seorang guru di kelas
mungkin engkau bukan ayah yang ahli teori psikologis, yang tau bahwa tak baik memukul anaknya dengan sapu ketika anaknya nakal
mungkin engkau bukan ayah yang memiliki pekerjaan terbaik untuk memenuhi semua kebutuhan dan keinginan anak-anaknya
mungkin saja engkau menyesali betapa cepatnya engkau meninggalkan kami
mungkin pula dari kejauhan sana engkau kerap kali kesal dan marah atas kebodohan dan kesalahan kami yang berulang-ulang, atau…

mungkin engkau hanya bisa memberi kami warisan nasihat dan ajaran-ajaran bukannya warisan materi seperti keluarga-keluarga diluar sana
mungkin..


tetapi…
kami anak-anakmu tahu pasti
kami tahu pasti ketika kau memaksa kami anak-anakmu belajar, engkau ingin kami melebihi pencapaianmu
kami tahu pasti ketika gagang sapu menyakiti kami, hati kami tak tersakiti, karena engkau hanya ingin mengajarkan akan rasa hormat dan tunduk pada orang tua agar kami menjadi orang baik dan lebih baik lagi
kami tahu pasti, ditengah-tengah keterbatasan materi, engkau tetap membanting tulang, memeras keringat dan melakukan semua upaya untuk memastikan keluargamu tetap makan, tetap sehat dan anak-anakmu tetap sekolah
kami tahu pasti bahwa ketika Tuhan memanggilmu, kami diberikan sosok malaikat lain yaitu mama, istrimu yang luar biasa hebat itu
dan kami juga tahu bahwa kepergianmu adalah yang terbaik untuk kita semua, bukankah kita semua percaya bahwa rencanaNya bukanlah rencana kegagalan
kami juga tahu pasti bahwa entah bagaimanapun cinta dan kasihmu selalu ada bagi kami walau sosokmu tak lagi ada disamping kami
dan kami menyadari bahwa ajaran, nasihat dan doamu pada kami adalah modal berharga dalam hidup ini melebihi materi
kami pun tahu bahwa kesalahan dan kebodohan-kebodohan itu adalah proses hidup yang mendewasakan kami disamping nasihat-nasihatmu dulu


mungkin semua yang telah kami capai saat ini belum maksimal
namun kami harap cita-citamu atas anak-anakmu ini telah tercapai
walaupun engkau tak dapat menikmatinya dan berbagi kebahagiaan dengan kami disini,
tapi kami selalu berharap semoga lukisan hidup yang kami buat bisa membuatmu bangga dan tersenyum di surga sana
kami selalu merindukanmu, ayah
kami selalu menyayangimu
dan mencintaimu

***
nb : ayah…tahukah engkau? bahwa aku selalu ingat dan rindu masa-masa mencium tangan dan pipimu sebelum dan berangkat sekolah?

(adapted from Muslimah Perindu Surga)





Senin, 27 Juni 2011
14.19




Wajah Ayahku...

Dari balik jendela 
Kucoba membingkai sepotong wajah 
Inilah wajah yang selalu tertera dalam imajiku..

Sepotong wajah dengan sepasang mata 
Yang dulu pernah memberikan kekuatan 
Serta sebaris senyum yang tak jua lelah 
Meyakinkanku akan sebentuk harap..

Bagaimana harus kubalas 
Tatap mata dan senyum itu 
Jika kini wajahnya telah kabur oleh airmata..
Dan bagaimana akan kueja kalimat perpisahan untuknya 
Jika bibirku terlalu kelu untuk sekedar berbisik..

Dari balik jendela 
Kulihat sepotong wajah kian menjauh.. 
Inilah wajah yang akan selalu kuingat 
pada setiap jengkal langkahku..

Wajah Ayahku..











Sabtu, 02 Juli 2011
10.22

dance with my father

Back when I was a child
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me and then
Spin me around till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved

If I could get another chance
Another walk, another dance with him
I’d play a song that would never, ever end
How I’d love, love, love to dance with my father again
When I and my mother would disagree
To get my way I would run from her to him
He’d make me laugh just to comfort me, yeah, yeah
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

If I could steal one final glance
One final step, one final dance with him
I’d play a song that would never, ever end
Cause I’d love, love, love to dance with my father again
Sometimes I’d listen outside her door
And I’d hear how my mama crying for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me
I know I’m praying for much too much
But could You send back the only man she loved
I know You don’t do it usually
But dear Lord, she’s dying to dance with my father again
Every night I fall asleep
And this is all I ever dream


miss u dad.. 
 
 
 
 
Selasa, 12 Juli 2011
12.46 
 

Aku Mendengar & Merasakan Bebanmu, Ayah...

Aku Mendengar & Merasakan Bebanmu, Ayah..

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada Ayahnya : "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : “ Sebab aku laki-laki ”. Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu bergumam : ‘” Aku tidak mengerti “

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.
Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelai nya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “ Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki “. Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah Ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.

Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah di saat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun di setiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, di dalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya.

Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap.

Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggungjawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggungjawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh.

Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya.

" AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah...


Senin, 27 Juni 2011
14.09